eNgKoOnG

ASSALAMMUALAIKUM
SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT AL_HABIB TILE

Google Web Search Gadget

Kamis, 22 November 2012

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR


NAMA        : NOVEL FIRDAUSNPM           : 1A111518
KELAS       : 5 KA 28

Kasus :
pemerintah melakukan pelebaran jalan, guna lebih menggerakkan roda perekonomian di daerah, untuk merealisasikan hal tersebut, dilakukan pembebasan sejumlah lahan milik warga, pemerintah akan mengganti rugi atas pembebasan tersebut, namun sejumlah warga menolak karena ganti rugi yang akan diberikan tidak sebanding dengan nilai jual tanah. Menurut anda, kepentingan mana yang harus diutamakan, kepentingan pribadi atau publik? jelaskan penyelesaiannya?
Tanggapan :
Menurut saya kepentingan publik harus diutamakan daripada kepentingan pribadi, seperti kepentingan publik dalam pembangunan. Pembangunan itu penting dimana itu upaya manusia dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang dipergunakan untuk pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kesahjeteraan hidup yang dimanisfestasikan pada kebijakan publik, seperti pelebaran jalan untuk kepentingan publik. untuk pelebaran jalan diperlukan pembebasan lahan atau tanah, dimana masalah tanah menyangkut hak rakyat paling mendasar selain ada nilai ekonomis dan fungsi sosial,oleh karena itu kepentingan pribadi atas tanah sering dikorbankan untuk kepentingan publik, ini dilakukan dengan cara pelepasan tanah dengan uang atau tanah atau lahan atau fasilitas.  Namun masih banyak kendala karena belum terjadi kesepakatan soal ganti rugi pembebasan lahan. Untuk pelaksanaan pembebasan lahan atau tanah perlu diperhatikan peran dan fungsi tanah dalam kehidupan manusia serta prinsip penghormatan terhadap hak-hak yang sah atas tanah atau lahan dan dengan cara yang seimbang dan ditempuh jalan musyawarah dengan pemegang hak atas lahan, dilakukan dengan undang-undang pemerintah yaitu pencabutan hak atas tanah, namun seringkali dengan cara itu belum terjadi kesepakatan karena pemegang hak tanah kurang mengerti hukum dan tidak suka dengan undang-undang dan nilai ganti ruginya.  Dengan kasus ini diperlukan pembicaraan antara tim proyek dan instansi pemerintah yaitu meningkatkan keberpihakan instansi pemerintah seperti gubernur dengan penghormatan terhadap pemegang hak tanah dengan mengedepankan sosialisasi, negoisasi, dan pemberian kompensasi yang lebih kompeherensif.  Karena umumnya keinginan masyarakat ialah keseimbangan dan keadilan atas penggantinya rugi tanah atau lahan milik mereka, sebenarnya mereka mendukung pembangunan untuk kepentingan publik karena nantinya mereka yang merasakan manfaatnya.

Senin, 19 November 2012

Tugas Softskill 15 november 2012


Nama      : Novel Firdaus 
NPM        : 1A111518
Kelas       : 5KA28

1. Makna manusia sebagai makhluk individu
manusia, makhluk dan individu itu sendiri berarti :
Mahluk yaitu sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan.
Manusia berarti mahluk yang berakal budi dan mampu menguasai mahluk lain.
Individu menurut saya adalah manusia sebagai pribadi yang utuh, tunggal dan memiliki ciri khas tersendiri, memiliki berbagai kemampuan untuk berhubungan atau berinteraksi dengan sesama, dengan lingkungan dan paling utama dengan Tuhan yang menciptakannya.
Manusia dimulai dari satu titik kehidupan,  melalui satu titik kehidupan itu setiap manusia selalu berbeda,  secara bertahap manusia berkembang menjadi janin, lahir menjadi bayi, balita hingga dewasa. Dengan bukti diri sendiri yang selalu menggunakan satu cara yaitu kemampuan hidup masing masing, tidak ada bukti bantuan orang lain, maka manusia itu menjadi TUNGGAL. Salah satu tujuan manusia hidup adalah membuat tubuh sendiri, jadi bila ingin sukses sebagai manusia maka hanya ada satu cara yaitu tahu diri sendiri. Dalam keadaan status manusia sebagai mahluk individu, segala sesuatu yang menyangkut pribadinya sangat ditentukan oleh dirinya sendiri, sedangkan orang lain lebih banyak berfungsi sebagai pendukung. Kesuksesan seseorang misalnya sangat tergantung kepada niat, semangat, dan usahanya yang disertai dengan doa kepada Tuhan secara pribadi.
Baik atau buruknya seseorang di hadapan Tuhan dan dihadapan sesama manusia, itu semua sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku manusia itu sendiri. Jika iman dan takwanya bagus manta maka dihadapan Tuhan menjadi baik, tetapi jika sebaliknya maka dihadapan Tuhan menjadi jelek. Jika sikap dan perilaku individunya baik terhadap orang lain, tentu orang lain akan baik pula terhadap orang tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia sebagai individu yang sudah dewasa memiliki makna tertentu, antara lain hidup mandiri, berkepribadian baik dan luhur, mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan lain-lain.
2. Makna manusia sebagai makhluk sosial
Status mahluk sosial selalu melekat pada diri manusia. Manusia tidak bisa bertahan hidup hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri saja. Sejak lahir sampai meninggal dunia, manusia memerlukan bantuan atau kerjasama dengan orang lain.
Manusia berperan sebagai mahluk individu dan mahluk sosial yang dapat dibedakan melalui hak dan kewajibannya. Namun keduanya tidak dapat dipisahkan karena manusia merupakan bagian dari masyarakat. Hubungan manusia sebagai individu dengan masyarakatnya terjalin dalam keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Masyarakat merupakan wadah bagi individu untuk mengadakan interaksi sosial dan interelasi sosial. Interaksi merupakan aktivitas timbal balik antar individu dalam suatu pergaulan hidup bersama. Pada masa bayi, mereka berinteraksi dengan keluarganya melalui berbagai kasih sayang. Ketika sudah bisa berbicara dan berjalan, interaksi mereka meningkat lebih luas lagi dengan teman-teman sebayanya melalui berbagai permainan anak-anak atau aktivitas lainnya. Proses interaksi terus berlanjut sesuai dengan lingkungan dan tingkat usianya, dari mulai interaksi non formal seperti berteman dan bermasyarakat sampai interaksi formal seperti berorganisasi, dan lain-lain. Jika tingkah laku timbal balik (interaksi sosial) itu berlangsung berulang kali dan terus menerus, maka interaksi ini akan berkembang menjadi interelasi sosial seperti suatu perasaan hidup bersama, sepergaulan, dan selingkungan yang dilandasi oleh rasa kemanusiaan yang beradab dan kekeluargaan yang harmonis.
Dengan demikian tidak setiap kumpulan individu merupakan masyarakat. Dalam kehidupan sosial terjadi bermacam-macam hubungan atau kerjasama, antara lain hubungan antarstatus, persahabatan, kepentingan, dan hubungan kekeluargaan. Sebagai mahluk sosial, manusia dikaruniai oleh Sang Pencipta antara lain sifat rukun sesama manusia.
3. Implikasi-implikasi yang terjadi dari sifat kesosialan manusia
Manusia memiliki dua peranan yang harus dilakoni dalam kehidupan ini, yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai seorang individu manusia memiliki sifat egois, ambisius dan tidak pernah puas. Sedangkan dalam peranannya sebagai makhluk sosial mereka dituntut untuk bisa berbagi dan saling tolong menolong. Oleh karena itu, dari sifat kesosialan manusia itu, terdapat beberapa implikasi yang terjadi yaitu:
  • Kesadaran akan ‘ketidakberdayaan’ manusia bila seorang diri.
  • Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.
  • Penghargaan akan hak-hak orang lain.
  • Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.
4. Interaksi sosial menjadi menjadi kunci dalam kehidupan sosial
Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, sebab tanpa interaksi tidak mungkin ada kehidupan bersama. Yang terpenting dari interaksi sosial ini adalah komunikasi. Reaksi yang timbul dari komunikasi ini berarti bahwa individu memperhatikan orang yang memberi stimulus, sehingga dengan adanya perhatian terhadap stimulus tersebut terjadilah suatu hubungan yang disebut interaksi sosial. Dalam interaksi terlihat adanya hubungan untuk tukar menukar pengetahuan yang berdasarkan take and give. Setiap interaksi ditentukan pula oleh waktu, situasi dan kepentingan-kepentingan yang mengakibatkan terjadinya interaksi tersebut.
5. Apakah semua interaksi sosial yang berlangsung bersifat positif bagi kehidupan manusia?
Suatu interaksi sosial tidak hanya tergantung dari tindakan ataupun kegiatan saja, tetapi juga dari tanggapan atau response reaksi dan juga feedback terhadap tindakan atau kegiatan tersebut. Tidak semua interaksi sosial bersifat positif, tetapi juga dapat bersifat negatif apabila mengarah kepada suatu pertentangan (conflict), atau bahkan lama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Bersifat positif apabila mengarah kepada suatu kerjasama (cooperation) dan menghasilkan sesuatu yang positif.

Kamis, 25 Oktober 2012

individu, keluarga, dan masyarakat


1.      Jelaskan pengertian individu?
Individu adalah suatu manusia yang berdiri sendiri dengan peranan khas di dalam lingkup sosialnya serta mempunyai pola hidup yang berbeda.

2.      Jelaskan keluarga dan fungsi keluarga?
Keluarga adalah unit yang terkecil didalam masyarakat yang tinggal di suatu bangunan berisi orang-orang yang mempunyai suatu keturunan.
Fungsi keluarga:
·         Fungsi Afektif
Adalah fungsi internal keluarga yang didalamnya terdapat saling mengasihi, saling menghormati, serta saling menyayangi.
·         Fungsi Sosialisasi
Adalah fungsi yang mewujudkan interaksi antar sosial masyarakat.
·         Fungsi Reproduksi
Adalah fungsi keluarga dalam meneruskan sil-silah keturunan dalam berkeluarga.
·         Fungsi Ekomomi
Adalah fungsi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga.
·         Fungsi Perawatan Kesehatan
Adalah fungsi yang bertujuan untuk memberikan jaminan kesehatan dalam keluarga.

3.      Jelaskan yang dimaksud dengan keluarga inti dan keluarga besar?
·         Keluarga inti adalah keluarga yang terbentuk oleh ikatan perkawinan yang sudah terencana meliputi suami, istri, dan anak.
·         Keluarga besar adalah keluarga inti yang ditambahkan dengan keluarga inti lainnya yang dikarenakan hubungan darah, seperti kakek, nenek, ayah, ibu, om, tante, sepupu, anak, serta cucu.

4.      Jelaskan tipe-tipe keluarga?
·         Keluarga inti
Adalah keluarga yang terbentuk karena adanya ikatan perkawinan.
·         Keluarga besar
Adalah keluarga initi yang ditambah dengan keluarga inti lainnya dikarenakan hubungan darah.
·         Keluarga berantai
Adalah keluarga yang disebabkan oleh perceraian/kematian pasangan dari pria atau wanita yang menikah lebih dari satu kali yang merupakan keluarga inti.
·         Keluarga duda atau janda (single family)
Adalah keluarga yang disebakan oleh perceraian/kematian
·         Keluarga komposit
Adalah keluarga yang berpoligami serta hidup bersama.
·         Keluarga kohabitasis
Pembetukan keluarga oleh dua orang tanpa adanya pernikahan.

5.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan masyarakat dan pandangan hidup?
Masyarakat adalah makhluk yang mempunyai akal pikiran lebih dari makhluk yang lainnya, oleh karena itu manusia menyadari kekurangan dan kelebihan, oleh karena into pandangan hidup seseorang merupan masa depan seseorang tersebut.


Rabu, 10 Oktober 2012

Tugas 1 ILMU SOSIAL DASAR


1. Jelaskan Hakikat Ilmu Sosial Dasar!
Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial, dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan Demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Ilmu sosial bukanlah suatu bidang keahlian ilmu-ilmu sosial tertentu, seperti politik, antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian berasal dari berbagai bidang ilmu sosial seperti ilmu politik, sosiologi, sejarah dan sebagainya.

2. Jelaskan Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar!
Tujuan: lmu Sosial Dasar Bertujuan membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas. ISD juga merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa oada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
Ruang Lingkup: Ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (ISBD), meliputi: Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (he humanities), baik dari segi keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

3. Apa yang Menjadi Kajian Ilmu Sosial Dasar?
Yang menjadi kajian ilmu sosial dasar adalah nilai-nilai kebudayaan serta masalah yang menyertainya dalam kehidupan manusia sehari-hari, dengan harapan dapat menjadi semacam lingua franca atau bahasa pemersatu bagi segenap akademisi dari berbagai lapangan ilmiah.


4. Apa yang Dimaksud dengan Masalah Sosial?
Masalah sosial pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena masalah sosial telah terwujud sebagai hasil kebudayaan manusia itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungannya dengan sesama manusia lainnya. Masalah-masalah sosial pada setiap masyarakat manusia berbeda satu sama lain karena adanya tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya yang berbeda serta lingkungan alamnya. Masalah-masalah tersebut terwujud sebagai: masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah agama dan masalah lainnya.

5. Jelaskan Perbedaan Antara Pengetahuan Budaya dan Ilmu Budaya Dasar!
Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll
Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Sumber: http://irwanpantau.wordpress.com/2010/02/15/perbedaan-ilmu-sosial-dasar-dengan-ilmu-budaya-dasar/
http://muchad.com/teori-ilmu-sosial-hakikat-tujuan-ilmu-sosial-dasar.html      

Rabu, 09 Mei 2012

Angkaro dan Tunturana


Dua ekor kepiting, Angkaro dan Tuturana, bersahabat karib. Mereka tinggal bersama di pinggir laut, di balik bebatuan. Mereka bersembunyi karena takut pada orang-orang yang mencari ikan dan kepiting. Apabila laut pasang, mereka bermain tanpa takut akan ditangkap manusia.
Pada suatu malam, ketika bulan purnama, Angkaro dan Tuturana keluar menikmati keindahan alam.
” Sahabat, bagaimana kalau kita hiasi punggung kita agar kelihatan menarik ?” kata Angkaro.
”Bagus sekali idenya. Kita memang perlu mempercantik diri agar kelihatan menarik. Tapi, bagaimana caranya ? ” tanya Tuturana.
”Bagini.”sahut Angkaro, ”Kita lukis punggung kita dengan cat warna-warni yang menarik.”
”Wah, menarik sekali. Bagaimana kalau aku dulu yang dilukis. Boleh atau tidak ? tanya Tuturana.
”Baiklah.”kata Angkaro.
Angkaro mulai mengukir punggung Tuturana. Punggung Tuturana  dihiasi dengan bulatan-bulatan dari muka ke belakang, dan dari atas ke bawah. Lukisan itu sangat mempesona.
”Sudah selesai sahabat.”kata Angkaro.
Tuturana bercermin pada di air laut yang jernih.
“Bagus, bukan?”tanya Angkaro.
“Bagus sekali. Terima kasih sahabat.”kata Tuturana,
”Sekarang giliranku.”kata Angkaro.
Tiba-tiba air laut surut. Datanglah pencari ikan membawa obor. Kedua ekor kepiting itu pun terkejut. Berlarilah mereka untuk menghindari bahaya.
”Maaf, sahabat. Orang-orang sudah datang untuk menangkap kita. Tidak ada waktu lagi untuk melukis punggungmu.” kata Tuturana.
”Tidak punggungku harus kamu ukir !” teriak Angkaro.
Melihat obor-obor semakin dekat, Tunturana menggambari punggung Angkaro dengan dengan kuas dan cat tanpa bentuk. Punggung Angkaro sekarang penuh dengan garis tidak karuan karena tergesa-gesa hendak menyelamatkan diri.
Angkaro terpaksa menerima keadaan. Keduanya berkawan dalam bentuk yang amat berbeda: Tuturana cantik dan Angkaro jelek.
Hikmah Kebaikan : Persahabatan yang penuh dengan keakraban.
Hikmah Keburukan : Terburu-buru Ingin menyelamatkan diri sehingga lukisan Angkaro Jelek
Kesimpulan : Dua makhluk hidup yang saling bersahabat dan saling menolong

SELAYANG PANDANG BUDAYA INDONESIA


Kebudayaaan asli Indonesia di zaman yang modern ini sudah tampak langka. Keberadaannya pun mulai tampak jarang dijumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Derasnya gelombang budaya asing seolah-olah mengajarkan kepada kita bahwa itu adalah  gaya hidup modern: parahnya kita harus melupakan budaya sendiri!
Budaya Indonesia sebenarnya memiliki nilai estetika dan ajaran moral yang tinggi. Terlebih, budaya bangsa ini sejak dulu terkenal oleh keanekaragaman kebudayaan tradisional.  Keanekaragaman budaya tradisional memiliki keunikan dan mencerminkan karakteristik tiap-tiap suku bangsa yang ada di Indonesia.
Terkikisnya budaya nasional kita setidaknya disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor dari luar, yaitu segala bentuk pengaruh yang datangnya dari luar batas wilayah. Salah satu misal, gencarnya sosialisasi budaya asing melalui alat komunikasi yang nyaris tak terbatas – internet. Kedua, faktor dari dalam, yaitu segala bentuk kebijakan ataupun pandangan kita terhadap budaya. Sikap tak acuh terhadap budaya sendiri, kurangnya filterisasi, kurangnya pemahaman terhadap gaya hidup, dsb merupakan beberapa hal yang berpengaruh terhadap budaya nasional kita.
Semakin lama kita membiarkan masalah ini tanpa ada bentuk usaha melestarikannya, niscaya kebudayaan kita mungkin akan mengalami pengikisan. Proses akulturasi yang kurang tepat dan berlangsung lama, membuat budaya asli suatu bangsa menjadi tergeser, menjadi buram dan bahkan hilang.
Banyak usaha yang bisa kita tempuh untuk mengantisispasi kemungkinan terburuk ini. Beberapa pihak yang peduli mengenai aset berharga bangsa ini perlu kita acungi dua ibu jari. Misalnya, mainan anak-anak tradisional yang dipamerkan di mal atau pusat keramaian kota, program pemerintah daerah dalam mendokumentasikan budaya-budaya melalui situs resmi, dsb
Dari sisi lain, kami juga turut melestarikan budaya Indonesia melalui majalah. Memang, bukan hal baru bahwa sebuah majalah hadir dengan tema budaya. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat kami terhadap majalah budaya lain, kami hadir dengan nuansa dan citra yang berbeda. Dengan berbekal itu, majalah ini mencoba melestarikan dan mensosialisasikan kebudayaan nasional sehingga keberadaannya tetap bisa dinikmati oleh anak-cucu bangsa Indonesia dan selebihnya turut berperan di dalam kancah persaingan budaya internasional.
Majalah itu adalah majalah New Indonesia. Majalah New Indonesia adalah majalah budaya Indonesia nonprofit yang didistribusikan secara skala regional, nasional, dan internasional dengan teknik penyajian dwibahasa.  Majalah New Indonesia berusaha untuk menjadi salah satu media dalam melestarikan kebudayaan Indonesia agar dapat bertahan dalam menghadapi serbuan budaya asing, menumbuhkan kembali minat dan kecintaan akan budaya pada masyarakat Indonesia khususnya generasi muda, serta tidak menutup kemungkinan menjadi media promosi budaya Indonesia agar lebih dikenal di mancanegara.
Majalah New Indonesia merupakan majalah yang baru saja didirikan pada Mei 2009 oleh sekumpulan generasi muda dengan keinginan untuk mengangkat kembali kejayaan budaya Indonesia di dunia internasional. Majalah New Indonesia mengulas segala macam keunikan budaya Indonesia baik budaya tradisional asli Indonesia maupun hasil budaya yang sudah berasimilasi dengan kebudayaan modern, namun tetap menitikberatkan pada budaya asli Indonesia. Selain itu, Majalah New Indonesiaberusaha menjadi sarana untuk menampung aspirasi, ekspresi, kreasi dan kepedulian untuk melestarikan budaya asli Indonesia. Tentunya, tidak hanya dari satu sisi generasi saja.

Senin, 30 April 2012

Masalah Kejiwaan


 Phobia
Phobia merupakan suatu situasi dimana seseorang bertindak irasional dan mempunyai ketakutan yang besar akan sesuatu. Biasanya seseorang yang mempunyai phobia akan merasakan suatu ketakutan pada saat tertentu.
14 Jenis Phobia pada Manusia
Apa sih sebenarnya phobia itu? Selama ini banyak orang salah mengartikan phobia dan menganggap sama dengan rasa ngeri. Namun sebenarnya phobia itu tidak sama dengan ngeri. Lebih tepatnya phobia adalah rasa takut yang berlebihan atas sesuatu. Ketika Anda merasa takut/ngeri, maka secara alami Anda akan berusaha melindungi diri. Sedangkan pada phobia, rasa takut tersebut akan menguasai penderita dan membuat si penderita menjadi kalut dan lemah.
Seperti dikutip dari WebMd, menurut para ahli secara garis besar phobia dibagi menjadi 3 macam kategori:
I. Agoraphobia : Takut akan tempat ramai
Sebenarnya nama agora diambil dari sebuah pasar dan balai pertemuan di jaman Yunani Kuno. Sehingga sampai saat ini nama agoraphobia mewakili rasa takut akan tempat ramai. Mereka yang menderita agoraphobia biasanya akan terlihat sangat cemas saat berada di tengah-tengah kerumunan orang, di antara antrean bank, dan tempat yang banyak kerumunan orang lainnya. Jika orang yang ada di sekitarnya semakin lama semakin bertambah, maka ia akan berusaha kabur dan menghindar. Untuk itulah mereka yang menderita agoraphobia lebih suka menyendiri.
II. Social Phobia: Takut bertemu orang
Seseorang yang mengidap social phobia bukanlah seseorang yang pemalu. Namun terlebih rasa takut yang cukup besar yang dirasakan saat bertemu dengan orang lain. Ketakutan tersebut meliputi, rasa takut bahwa orang lain akan menilai fisiknya buruk, ketakutan bahwa ia tak akan bisa berbicara dengan baik di depan orang lain, atau ketakutan bahwa ia bersikap buruk.
III. Spesific phobia: ketakutan terhadap beberapa hal yang spesifik
1. Claustrophobia: takut berada di ruang yang sempit
Mereka cenderung akan mulai gugup, berkeringat, kehabisan nafas saat berada di ruang yang sempit. Ketakutan yang dialami biasanya cukup parah dan membutuhkan perhatian yang khusus. Mereka tak bisa berada di ruang sempit seperti lift, toilet di pesawat atau kereta api, dan tempat sempit lain. Sebaiknya jika ada orang terdekat Anda yang mengalami hal ini, berikan mereka tempat duduk di dekat jendela saat berada di transportasi publik, ajak dia naik eskalator atau tangga.
2. Zoophobia: takut akan hewan tertentu
Zoophobia adalah rasa takut akan hewan tertentu, pada umumnya ketakutan tersebut meliputi: ketakutan terhadap laba-laba yang disebut acarhnopobhia; ketakutan terhadap ular yang disebut ophidiophobia; ketakutan terhadap burung yang disebut ornithophobia; dan ketakutan terhadap lebah yang disebut apiphobia.
3. Brontophobia: takut akan halilintar/petir
Bronte dalam bahasa Yunani artinya adalah petir. Dan mereka yang mengalami brontophobia biasanya menolak untuk pergi keluar pada saat hujan yang disertai dengan petir. Mereka bahkan kerap bersembunyi di balik pintu, menutup kepala dengan bantal atau melakukan semua hal agar bisa bersembunyi dari petir.
4. Acrophobia: takut ketinggian
Pada umumnya mereka yang mengalami acrophobia akan menolak untuk naik ke tempat yang tinggi. Jika memang mereka terpaksa naik ke tempat tinggi maka biasanya mereka akan sangat tegang, mengeluarkan keringat dingin, wajah menjadi pucat, dan bahkan yang berbahaya ia tak akan bisa bergerak saat ia merasa ketakutan.
5. Aerophobia: takut terbang
Seseorang yang mengalami aerophobia takut jika harus naik pesawat terbang. Hal ini bisa dikarenakan ia pernah mengalami trauma, entah kecelakaan ataupun turbulensi. Pada umumnya mereka akan merasa panik, dan terbayang-bayang akan hal buruk yang terjadi.
6. Phobia rasa sakit
Phobia ini termasuk ketakutan akan darah (hemophobia) dan takut akan jarum suntik (trypanophobia). Mungkin rasa takut akan jarum suntik adalah wajar, namun pada penderita phobia ini kondisi mereka akan drop, dan ada kemungkinan mereka bisa pingsan.
7. Phobia paranormal
Ada phobia yang disebut triskaidekaphobia, yaitu takut akan semua hal yang berhubungan dengan angka 13 yang konon merupakan angka sial. Bagi mereka yang mengalami phobia ini biasanya akan menunda perjalanan jika diharuskan pergi pada tanggal 13. Ada pula chiroptophobia, yaitu ketakutan akan kelelawar yang berhubungan dengan vampir. Mereka cenderung menganggap kelelawar adalah jelmaan vampir. Sedangkan phasmophobia adalah rasa takut yang timbul akan hantu. Dalam benaknya, mereka selalu terbayang bahwa ada hantu di sekitar mereka.
8. Emetophobia: adalah ketakutan akan rasa mual dan muntah
Beberapa dari kita mungkin sering merasakannya, saat melihat seseorang mual dan muntah, maka kita pun akan ikut muntah. Hal ini dipengaruhi oleh pikiran, di mana saat melihat sesuatu secara visual, maka hal tersebut dikirimkan secara cepat pada otak dan diproses. Sayangnya justru rasa mual tersebut terbayang terlalu nyata, sehingga otak menganggapnya sebagai perintah. Dan hasilnya, Anda akan ikut muntah.
9. Carcinophobia: takut akan kanker
Carcinophobia atau cancerophobia adalah rasa takut yang teramat sangat akan kanker, dan pada umumnya mereka yang mengalami phobia ini berperilaku berlebihan terhadap rasa sakit yang dialaminya. Jika ia sedang mengalami sakit kepala, maka ia menganggap ia mengidap tumor otak. Sedang saat ia merasa nyeri di dada karena otot yang mungkin terlalu tegang, ia langsung menyimpulkan bahwa itu adalah kanker payudara.
10. Neophobia: rasa takut akan semua hal yang baru
Neophobia ini biasanya muncul saat ia mendapatkan hal baru, misalnya tas baru, teman baru, handphone baru atau rumah baru. Dan mereka cenderung berusaha menolak dan lebih mencintai barang lama mereka.
11. Gerontophobia: rasa takut menjadi tua
Pada umumnya mereka yang mengalami phobia ini sangat protect terhadap kecantikan dan keindahan fisik mereka. Terlebih lagi, mereka berusaha agar terlihat awet muda dan sangat merasa takut jika bertambah tua.
12. Phartophobia: rasa takut buang gas di tempat umum
Mungkin phobia yang satu ini juga sering kita alami, mengingat kita selalu menjaga agar kita tak menjadi bahan tertawaan dan mencemari udara dengan gas alami kita.
13. Odontiatophobia: Rasa takut saat pergi ke dokter gigi
Mereka akan mati-matian berjuang agar tak pergi ke dokter gigi, meskipun mungkin gigi mereka sudah berlubang dan harus ditambal. Hal ini bisa saja terjadi karena mereka pernah trauma di masa kecil, pernah bertemu dengan dokter gigi yang lebih mirip dengan nenek sihir dan galak. Itulah mengapa saat ini dokter gigi selalu menghiasi ruangan mereka dengan benda-benda berupa boneka agar pasien, baik anak-anak maupun dewasa merasa lebih nyaman.
14. Spargarophobic: takut akan asparagus
Entah apa yang ada di dalam benak mereka, tapi memang benar bahwa penderita spargarophobic akan lari terbirit-birit atau berteriak histeris saat ada menu asparagus di piring mereka. Mungkin mereka menganggapnya sebagai UFO atau sesuatu ya? Masih ada beberapa jenis phobia lain yang tak mungkin dibahas satu per satu di dalam artikel ini. Namun jika Anda atau orang terkasih Anda mengalami phobia, ajaklah ia berkonsultasi dengan para ahli, phobia bukanlah suatu penyakit yang tak dapat sembuh. Phobia adalah suatu ketakutan yang bisa perlahan dihilangkan dengan terapi tertentu.

CONTOH KASUS PHOBIA KE SEKOLAH :
Dua minggu yang lalu, saya berkonsentrasi untuk menangani siswa yang tidak mau berangkat ke sekolah dikarenakan memiliki masalah di sekolah yang belum terselesaikan. Namanya Aman Pada artikel tersebut. Aman memiliki masalah ketidak mampuan menjalin hubungan sosial yang baik dengan teman sebayanya dikarenakan terlalu banyak bermain game online. Semakin berjalannya waktu dan ketidakmampuan Aman untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, masalah Aman ini menjadi meluas. Tidak hanya dengan teman-teman sebayanya tetapi juga dengan guru-guru pengajar.
Yang menjadi perhatian saya adalah ketika Aman berbicara dengan orang lain. Tidak terfokus dengan lawan bicara, hanya tersenyum-senyum sambil menggerakkan kepalanya dengan hitungan patah-patah seperti boneka kayu yang kaku dan pandangan kosong lurus ke depan. Hitungan fokus untuk menatap lawan bicara hanya kurang dari 6 detik dan fokus pada topik pembicaraan hanya kurang dari 9 detik. Pola seperti ini, terulang terus menerus ketika Aman dihadapkan pada situasi yang mengharuskan dia untuk berkomunikasi dengan dua orang atau lebih.
Pola yang terulang terus-menerus setiap kali berbicara dengan Aman, membuat teman-teman sekelasnya menjauhi Aman. Bahkan ada seorang guru yang membentak Aman dengan menggunakan kata “gendheng dan autis.”
Masalah baru muncul. Aman tidak hadir di sekolah sampai hampir 1 minggu. Menurut pengakuan ibunya, setiap disuruh berangkat ke sekolah, badan Aman mendadak panas dan kakinya dingin yang disertai dengan diare. Empat surat izin tidak masuk karena sakit dari orang tua Aman, terdapat diatas meja kerja saya. Tiga kali diperiksakan ke dokter oleh orang tuanya, tidak diketahui adanya penyakit berbahaya. Menurut analisa dokter, sakitnya Aman dikarenakan Aman mengalami stres berat dan ketakutan akan sesuatu. Kepada ibunya, Aman bercerita kalau dia takut berhadapan dengan guru yang mengatakan dia gendheng dan autis. Sehingga membuat dia takut berangkat ke sekolah.
Gejala yang dialami oleh Aman, menunjukkan bahwa Aman terserang Phobia Sekolah. Menurut Jacinta F. Rini, phobia sekolah adalah bentuk kecemasan yang tinggi terhadap sekolah yang biasanya disertai dengan berbagai keluhan yang tidak pernah muncul atau pun hilang ketika “masa keberangkatan” sudah lewat atau pada hari Minggu atau hari libur. Phobia sekolah dapat sewaktu-waktu dialami oleh setiap anak hingga usianya 14-15 tahun, saat dirinya mulai bersekolah di sekolah baru atau menghadapi lingkungan baru atau pun ketika ia menghadapi suatu pengalaman yang tidak menyenangkan di sekolah.
Ada beberapa tanda yang dapat dijadikan sebagai kriteria phobia sekolah, yaitu:
  • Menolak untuk berangkat ke sekolah.
  • Mau datang ke sekolah, tetapi tidak lama kemudian minta pulang
  • Pergi ke sekolah dengan menangis, menempel terus dengan orang tua atau pengasuhnya, atau menunjukkan tantrum-nya seperti menjerit-jerit di kelas, agresif terhadap anak lainnya (memukul, menggigit, dsb.) atau pun menunjukkan sikap-sikap melawan/menentang gurunya
  • Menunjukkan ekspresi/raut wajah sedemikian rupa untuk meminta belas kasih guru agar diijinkan pulang dan ini berlangsung selama periode tertentu.
  • Tidak masuk sekolah selama beberapa hari.
  • Keluhan fisik yang sering dijadikan alasan seperti sakit perut, sakit kepala, pusing, mual, muntah-muntah, diare, gatal-gatal, gemetaran, keringatan, atau keluhan lainnya. Anak berharap dengan mengemukakan alasan sakit, maka ia diperbolehkan tinggal di rumah.
  • Mengemukakan keluhan lain (diluar keluhan fisik) dengan tujuan tidak usah berangkat ke sekolah.
  • Senang berdiam diri di dalam kamar dan kurang mau bergaul .
Berdasarkan pengalaman yang sudah saya alami, menangani masalah phobia sekolah cukuplah rumit karena ada keinginan dari anak untuk tidak terbuka terhadap pemasalahannya. Namun, jangan berkecil hati apabila ada anak atau siswa anda yang mengalami phobia sekolah karena saya akan memberikan beberapa cara untuk membantu anak atau siswa dalam menghadapi phobia sekolah.
Untuk orang tua, yang bisa dilakukan adalah :
  • Mengetahui sejak awal gejala yang muncul pada anak sehingga bisa ditangani lebih cepat. Gejala yang muncul ini terjadi pada anak yang berbeda dengan kebiasaan sehari-hari.
  • Tanyakan pada anak sebab terjadinya perubahan tersebut dan beri arahan apabila perubahan itu berdampak negatif bagi anak dan masa depannya.
  • Membantu anak agar bisa menangani masalahnya sendiri dengan memberikan nasehat atau saran serta menanamkan rasa tanggung jawab.
  • Orang tua lebih terbuka atas masalah anak karena masalah yang dialami oleh jaman sekarang jauh berbeda dengan anak-anak jaman dahulu.
  • Berkunsultasi dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan masalah phobia sekolah anak seperti dengan guru dan psikolog.
Sedangkan untuk guru sebagai wali kelas atau untuk guru pembimbing, yang bisa dilakukan adalah :
  • Memperhatikan kehadiran siswa di sekolah. Apabila siswa jarang masuk atau tidak masuk pada hari-hari tertentu, segera cari tahu apa penyebabnya.
  • Membantu siswa menyelesaikan masalah yang menjadi penyebab munculnya phobia sekolah.
  • Bekerja sama dengan guru bidang studi dan wali kelas terkait dengan phobia sekolah yang dialami siswa.
  • Bekerja sama dengan orang tua untuk mencari tau penyebab munculnya phobia sekolah pada siswa dan bekerja sama dalam menyelesaikannya.
  • Merujuk siswa ke psikolog apabila dirasa masalah phobia sekolah pada siswa sudah tidak dapat ditangani oleh pihak sekolah.
Membimbing siswa lain untuk lebih memperhatikan siswa yang mengalami phobia sekolah dengan harapan dapat memberikan motivasi sehingga masalah phobia sekolah dapat pelan-pelan teratasi.